Minggu, 04 Oktober 2009

Getah Pepaya Sejuta Manfaat (3)

Tiada daya kekuatan melainkan hanya milik Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan Alloh yang Maha berkuasa membolak-balikkan hati manusia.
Singkatnya setelah kira-kira 3 bulan saya menhadiri undangan dari bapak MAP, saya resmi diminta untuk bekerja di Jakarta, saya ditempatkan sebagai staf ahli di perusahaan PT. ATNP, sekitar 8 bulan saya bekerja di perusahaan itu tetapi sayang manageman tidak menerima saya dengan baik bahkan semua program yang saya rencanakan tidak berjalan dengan mudah dan akhirnya pada bulan November atau Desember tahun 2005 saya mendapat kepastian bahwa dukungan proyek papain saya tidak dapat dilanjutkan oleh perusahaan, dan akhirnya sayapun memutuskan untuk pulang kampung.
Sakit rasanya menerima kenyataan itu, dengan perasaan yang sangat terguncang memang hanya Tuhanlah tempah saya mencurahkan isi hati ini.
Singkat ceritapun saya pulang kembali ke Kediri.
Saya mulai menata lagi bisnis yang selama ini saya tinggalkan, tetapi Alhamdulillah dari gaji saya masih bisa mengumpulkan modal usaha. Mulai saya susun strategi-strategi marketing (tentunya yang paling murah) dan edukasi produk saya kepada calon pelanggan.
Tidak sia-sia pula saya bekerja walau singkat di PT. ATNP serta letaknya yang berada di pusat perdagangan dan pusat pemerintahan negeri ini, semakin membukakan mata dan pikiran saya untuk berbuat yang lebih dan lebih.

Saya awali strategi dengan mendatangi kantor-kantor pemerintahan yang sering mengadakan pameran di Jakarta, Seperti Kementrian Koperasi dan UKM, Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan, dan tak lupa pula kantor perwakilan Pemda Jawa Timur di Jakarta.
Saya pameran pertama kali sekitar bulan Mei 2006 di JCC, dan hasilnya cukup bagus, ternyata mengedukasi masyarakat Jakarta sangat mudah sehingga hanya 3 hari produk saya habis, padahal kemasannya waktu itu masih sangat pas-pasan.
kemudian oleh Pemda Kediri saya diikutsertakan pameran di Surabaya.
kali ini hasilnya sangat jauh dari perkiraan, produk yang saya bawa sekitar 80% harus saya bawa pulang lagi.
Pameran selanjutnya di Jakarta, kali ini saya berangkat dengan optimis tinggi untuk mendapatkan Buyer ataupun distributor besar untuk produk saya.
Pameran itu cukup lama yaitu selama 10 hari, pengunjung begitu banyak tetapi hampir dikatakan tidak ada hasil (waktu itu) jangankan buyer pembelipun tidak ada yang beli produk saya, akhirnya saya putuskan untuk membagikan beberapa produk saya kepada pengunjung yang mau bertanya.
Pada saat itu ada kejadian yang sangat menarik bahkan mungkin pembaca bisa renungkan, lagi-lagi Tuhan menunjukkan kekuasaannya dan memberikan rezki yang tiada kita duga datangnya. Waktu itu jam menunjukkan pukul 14:30 saya akan berangkat ke stasiun Senin untuk pulang naik Bangunkarta eksekutif (karena saya sudah pesan pp).
Saya santai saja berangkat dari rumah pondokan sementara saya di Daerah Angkasa Kemayoran karena perjalanan ke Stasiun Senin hanya sekitar 20 menit.
Waktu itu jalanan sangat macet sehingga saya sampai di stasiun sekitar pukul 15:15, sayapun masih santai karena saya pikir kereta berangkat jam 5:00 sore. Sesampai di pintu masuk baru saya sadar bahwa saya tertinggal kereta. Karena ternyata kereta berengkat 15:00.
Saya waktu itu sangat panik memingat pameran saya sudah tanpa hasil dan uang di sakupun sudah sangat menipus. Akhirnya saya disarankan untuk ke kepala stasiun oleh petugas dan saya diberi dispensasi untuk ikut kereta ekonomi satu-satunya yang berangkat ke Surabaya hari itu. Alhamdulillah (Bersambung)

2 komentar:

  1. ttttttttttaaaaaaaaaaaaeeeeeekkkkkkkkk.................

    BalasHapus
  2. yo lek ra iso d tuku iku yo ojok komentar rekake ae nggawe tapi cuma ndobol tok d kulak ra iso produk mafia gan ra usah d gugu iku mung apus apus tok....

    BalasHapus