GETAH PEPAYA SEJUATA MANFAAT
Dimulai dari kegagalan beberapa kali di dunia kerja, saya mulai merintis usaha yang bermula dari skripsi saya selaktu dibangku kuliah.
Ide judul skripsi inipun bukan murni dari saya tetapi dari partner saya dalam menulis sripsi, judulnya : "Efektifitas Antara Enzyme Papain dan Bromelin sebagai Pengempuk Daging kambing".
Dari ide itulah saya berangkat untuk memulai usaha ini pada tahun 2001 sewaktu istri saya hamil anak kedua.
Banyak orang-orang disekitar saya yang mencibir dan menganggap ide ini gila, tetapi saya tetap pada pendirian saya untuk melaksanakannya.
Waktu itu saya tidak memiliki mudal apapun kecuali hanya modal diri yang dikaruniahkan Alloh kepada saya dan doa.
Ide ini saya tawarkan ke beberapa orang yang saya anggap punya mudal, tetapi lagi-lagi hanya senyuman mengejek dan ceramah panjang lebar yang sifatnya melemahkan.
Tetapi itu saya anggap sebagai cambuk bahwa ide ini adalah baik bagi saya.
Sampai suatu ketika saya ketemu dengan orang dari Kalimantan Selatan yang senang dengan bisnis seperti ide saya dan dibawalah saya ke Kuala Kurun yang saat itu adalah daerah terisolir di pedalaman Kalimantan tengah. Di sana saya dengan dia memulai membuka lahan untuk tanaman pepaya kami. Akan tetapi baru 6 bulan berjalan suplay dana yang dari awal sudah seret mulai terhenti, untuk makan saja saya harus dititipkan ke Lurah setempat (kebetulan masih saudara partner saya tersebut). Karena malu akhirnya saya menawarkan diri untuk menjadi tukang sembelih ayam (kebetulan anak pak Lurah punya usaha penjualan daging ayam).
Dan akhirnya saya putuskan untuk pulang kampung setelah lama saya menunggu tidak ada kejelasan tentang proyek papain saya.
Istri saya berasal dari Kediri, maka sayapun akhirnya pulang ke Kediri. Lama saya merintis usaha ini yang saya awali dengan modal seadanya dan peralatan yang seadanya pula. Tanaman pepayapun budidayanya dibantu oleh orang tua saya (mertua) yang memanfaatkan kebun sebelah rumah, awalnya kira-kira 100 pohon saya tanam. Akhirnya saya bisa menghasilkan papain.
Timbul masalah baru kemana saya menjualnya ?
Lama saya berfikir karena menjual papain tidak seperti menjual garam atau gula yang ditawarkan ke siapapun pasti mau.
Akhirnya saya buat pengempuk daging dan ternyata banyak tetangga yang senang dengan kualitas pengempuk daging produk saya. (Bersambung)
Ide judul skripsi inipun bukan murni dari saya tetapi dari partner saya dalam menulis sripsi, judulnya : "Efektifitas Antara Enzyme Papain dan Bromelin sebagai Pengempuk Daging kambing".
Dari ide itulah saya berangkat untuk memulai usaha ini pada tahun 2001 sewaktu istri saya hamil anak kedua.
Banyak orang-orang disekitar saya yang mencibir dan menganggap ide ini gila, tetapi saya tetap pada pendirian saya untuk melaksanakannya.
Waktu itu saya tidak memiliki mudal apapun kecuali hanya modal diri yang dikaruniahkan Alloh kepada saya dan doa.
Ide ini saya tawarkan ke beberapa orang yang saya anggap punya mudal, tetapi lagi-lagi hanya senyuman mengejek dan ceramah panjang lebar yang sifatnya melemahkan.
Tetapi itu saya anggap sebagai cambuk bahwa ide ini adalah baik bagi saya.
Sampai suatu ketika saya ketemu dengan orang dari Kalimantan Selatan yang senang dengan bisnis seperti ide saya dan dibawalah saya ke Kuala Kurun yang saat itu adalah daerah terisolir di pedalaman Kalimantan tengah. Di sana saya dengan dia memulai membuka lahan untuk tanaman pepaya kami. Akan tetapi baru 6 bulan berjalan suplay dana yang dari awal sudah seret mulai terhenti, untuk makan saja saya harus dititipkan ke Lurah setempat (kebetulan masih saudara partner saya tersebut). Karena malu akhirnya saya menawarkan diri untuk menjadi tukang sembelih ayam (kebetulan anak pak Lurah punya usaha penjualan daging ayam).
Dan akhirnya saya putuskan untuk pulang kampung setelah lama saya menunggu tidak ada kejelasan tentang proyek papain saya.
Istri saya berasal dari Kediri, maka sayapun akhirnya pulang ke Kediri. Lama saya merintis usaha ini yang saya awali dengan modal seadanya dan peralatan yang seadanya pula. Tanaman pepayapun budidayanya dibantu oleh orang tua saya (mertua) yang memanfaatkan kebun sebelah rumah, awalnya kira-kira 100 pohon saya tanam. Akhirnya saya bisa menghasilkan papain.
Timbul masalah baru kemana saya menjualnya ?
Lama saya berfikir karena menjual papain tidak seperti menjual garam atau gula yang ditawarkan ke siapapun pasti mau.
Akhirnya saya buat pengempuk daging dan ternyata banyak tetangga yang senang dengan kualitas pengempuk daging produk saya. (Bersambung)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar